Kamis, 24 Juni 2010

Marketing 1.0 vs Marketing 2.0 part 1

Marketing 1.0 vs Marketing 2.0, apa sih, maksudnya? Yaitu metode pemasaran yang digunakan oleh perusahaan dalam memasarkan produk dengan fokus pendekatan kepada konsumen. Dalam kenyataannya konsumen selalu berubah-ubah seleranya, konsumen cenderung bertindak aktif dalam menentukan barang atau jasa yang akan dikonsumsi. Secara persuasive perusahaan harus menentukan metode yang harus digunakan untuk menjaring konsumen, perusahaan akan mencoba-coba banyak cara untuk menjalankan strategi tersebut.
Sesuai dengan prilaku konsumen perusahaan harus juga mengikuti jalan pikiran konsumen, konsumen yang selalu ingin tahu akan diimbangi perusahaan yang selalu membuat inovasi produk. Dari keingintahuan konsumen tersebut perusahaan dapat menentukan metode marketing-nya, melalui metode Marketing 1.0 atau Marketing 2.0.

Sebelum saya jelaskan mengenai metode tersebut ada baiknya saya jelaskan dari mana metode tersebut saya dapatkan, awalnya saya tidak paham cara perusahaan beriklan apakah dia melibatkan konsumen atau tidak sampai kemudian hari ada sebuah seminar di kampus yang melibatkan Bapak Budiono Darsono selaku pimpinan Detik.com sebagai pemberi materi, bapak ini menjelaskan panjang lebar awal mula terbentuknya Detik.com sampai sukses seperti sekarang dengan banyak iklan yang terpajang di halaman situs tersebut. Seperti diketahui bahwa memasang iklan di situs terkemuka tentunya tidak murah, itulah yang akan di utarakan Bapak Budi ini, yaitu cara beriklan di internet sehingga pelanggan tertarik dan ingin mencobanya.
Dari situlah metode pemasaran ini muncul, menurut pimpinan detik.com tersebut metode pemasaran khususnya beriklan terdapat 2 metode yaitu Marketing 1.0 dan Marketing 2.0, maksudnya, metode 1.0 yaitu metode yang tidak melibatkan konsumen untuk ikut aktif dalam iklan tersebut konsumen cendrung hanya mengamati jalannya iklan tanpa bisa mengutak-atik iklan. Sedangkan metode 2.0 mengajak konsumen untuk ikut aktif dalam iklan, menentukan sendiri jalannya iklan dan menilai sendiri iklan tersebut. Tentu saja disertai contoh-contoh iklan yang menggunakan metode 1.0 atau 2.0, iklan-iklan tersebut dapat dilihat dari situs-situs intrnet yang sudah terkemuka, missal detik.com. iklan tersebut baru akan berjalan apabila kita ikut berpartisipasi misak kita klik start untuk menyondol bola, dalam iklan sharp.

Sedikit saya modifikasi Marketing 1.0 dan Marketing 2.0 melalui ilmu marketing yang saya dapatkan dari dosen-dosen marketing saya di kampus. Mari kita lihat metode 1.0 yaitu dimana konsumen bertindak pasif terhadap iklan. Perlu diketahui bahwa kedua metode ini merupakan cara beriklan di internet. Disini konsumen hanya bisa melihat iklan tanpa bisa berbuat apa-apa, tidak ada menariknya juga unsur persuasifnya kurang, iklan ini disebut iklan model lama.
Kemudian metode 2.0 diman konsumen disuruh ikut aktif dalam jalannya iklan, setiap partnya bisa dijalankan oleh konsumen itu sendiri dan konsumen juga yang kan menilainya.
Pengembangan selanjutnya akan dibahan dalam bagian yang selanjutnya yang tentu akan lebih menarik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar