Nah, udah pada tahu kan dasar dari metode marketing 1.0 dan 2.0, yang inti acuannya itu pada konsumen. Kini pengaplikasiannya pada realita, mari kita lihat iklan-iklan yang beredar di internet coba bandingkan antara iklan yang hanya diam kemudian kita baca dengan iklan yang mengajak kita harus interaktif dengannya mana yang lebih menarik? Tentu saja kita akan tertarik dengan iklan yang lain bentuknya, menarik, juga persuasive. Kini produsen telah melirik iklan yang berbasis 2.0 karena keefektivitasannya dalam menarik pembeli dan keefesiennannya dalam menggunakan biaya produksi iklan.
Ini merupakan hal yang menarik dimana iklan telah bermigrasi dari 1.0 ke 2.0 tidak menutup kemungkinan ke generasi yang berikutnya. Ini tidak lepas oleh dukungan internet yang berkembang semakin cepat dan semakin canggih, iklan yang berbasis 2.0 merupakan tolok ukur sebuah perusahaan dalam menerapkan suatu teknologi atas dasar efektive dan efesien. Suatu strategi yang mutakhir dan dapat diandalkan namun pasti tidak lepas dari kekurangan.
Kekurangan disini dapat dilihat dari gambar awal iklan ada kemunkinan menarik ada juga tidak. Kemungkinan menarik disini ditunjukkan dengan indikator bahwa konsumen akan langsung mengarahakn mouse ke arah iklan dan segera menjalankan ikalan tersebut. Yang tidak menarik adalah dimana iklan ini tidak terlihat sebagai iklan sehingga konsmen tidak paham dengan hal ini dan cenderung mengabaikannya.
Sifat iklan yang berbasis flash tingkat tinggi dan juga didukung dengan keterampilan si perancang iklan membuat iklan 2.0 ini terasa tidak memiliki kekurangan dan juga tidak membosankan. Terobosan baru yang seperti inilah yang diharapkan konsumen.
Bahasan yang selanjutnya akan mencoba menerangkan hal yang spesifik lagi dan lebih terperinci.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar